skip to Main Content
KEPUTUSAN YANG MENDUKUNG TUJUAN

Seminggu lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi kota tempat saya tumbuh dan belajar yaitu Malang, Jawa timur. Beberapa aktivitas yang cukup padat di Jakarta memang akhirnya membuat saya jarang mengunjungi kota tempat saya berkuliah dulu.

 

Layaknya orang yang ingin bernostalgia dengan masa lalu, saya pun bertemu dengan beberapa sahabat yang menemani perjalanan saya kala itu. Berbagai bahan perbincangan pun dikemukakan yang salah satunya adalah tentang kehidupan yang mengarahkan kami melalui jalan yang berbeda-beda.

Ada yang profesinya saat ini sesuai dengan jurusan kuliahnya dulu dan ada pula tidak. Saya termasuk orang di kategori kedua, yaitu orang yang profesinya saat ini tidak sesuai dengan jurusan kuliah saya dahulu, yaitu akuntansi.

Saya beberapa kali sempat mempertanyakan pada diri sendiri tentang apa yang membuat dulu saya mengambil jurusan akuntansi dan bukannya psikologi atau komunikasi seperti karir yang saya pilih saat ini.

Saya bukannya menyesali keputusan saya di masa lalu tersebut, karena saya yakin tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Saya hanya merasa bahwa Andaikan saya mengambil jurusan yang sesuai dengan karir saya saat ini, mungkin saya akan bisa melakukan akselerasi karir lebih cepat lagi, saya pun bisa lebih produktif menjalani hari karena apa yang saya pelajari benar-benar berguna untuk karir yang saya tekuni.

Hingga akhirnya saya menyadari bahwa ada satu hal yang menyebabkan keputusan saya di masa lalu itu. Hal itu adalah ketiadaan goals atau tujuan yang jelas dalam kehidupan saya. Ketiadaan tujuan yang jelas membuat saya menjadikan dunia perkuliahan sebagai tempat untuk mencari jati diri, padahal sejatinya dunia perkuliahan dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk menempa diri.

 

Hal ini membuat saya hanya sekedar ikut2an saja. Saya menjalankan apa yang orang lain jalankan tanpa tau apa yang seharusnya saya jalankan untuk mencapai sebuah tujuan. Hasilnya pun bisa ditebak saya menjadi kurang produktif dan banyak waktu yang dapat saya manfaatkan menjadi terbuang sia-sia.

Maka, mensetting tujuan sejak dini menjadi penting untuk memastikan hari-hari kita lebih produktif dalam mencapai setiap tujuan dalam kehidupan ini. Ketika sejak awal kita memahami apa yang menjadi tujuan kita, maka kita pun akan mengetahui langkah mana yang harus ditempuh dan mampu menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak produktif dalam kehidupan kita.

In frame : bersama rekan-rekan akuntansi brawijaya #goals #sharpenedgoals #tujuan #tujuanterasah #sharing #caring #coach #coachjakarta #productivityCoach

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search