skip to Main Content
Motivasi Di Tengah Keterbatasan

Ada yang tahu orang pertama di dunia yang lulus universitas dengan kondisi tuna rungu dan tuna netra? Dia adalah Hellen keller, seorang wanita yang juga merupakan pemenang Honorary University Degrees Women’s Hall of Fame, The Presidential Medal of Freedom dan The Lions Humanitarian Award. Hellen Keller belajar bahasa Perancis, Jerman, Yunani dan Latin lewat Braille. Pada usia 20 tahun, ia kuliah di Radcliffe College, cabang Universitas Harvard khusus wanita. Hanya dalam waktu 4 tahun, Helen lulus dengan predikat Magna Cum Laude.

Hellen lahir normal di Tuscumbia, Alabama pada 1880. Di usia 19 bulan, ia mengidap penyakit yang menyebabkannya buta dan tuli. Ia menjadi frustasi karena kesulitan berkomunikasi, sering marah, dan sulit diajar. Pada usia 7 tahun, orang tuanya mempercayai Anne Sullivan menjadi guru pribadi dan pembimbing Hellen. Di bawah didikan Anne Sullivan inilah kemampuan Hellen tumbuh dan berkembang di tengah keterbatasan yang dimilikinya

Oleh seorang Anne Sullivan, Helen diajarkan untuk membaca lewat huruf Braille hingga benar-benar memahami maknanya. Satu hal yang diingat oleh Helen sebagai hari yang terpenting di dalam seluruh hidupnya adalah saat gurunya, Anne Mansfield Sullivan, datang kepadanya dan dengan tekun mengajarkan untuk berbicara lewat gerakan mulut. Dalam sebuah kesempatan, Helen berkata, “Hal terbaik dan terindah yang tidak dilihat atau disentuh oleh dunia adalah hal yang dirasakan di dalam hati.” Kutipan diatas menggambarkan bahwa Hellen memang tidak merasakan motivasi yang dapat dilihat, namun dia merasakan dukungan dan motivasi yang luar biasa dari orang-orang disekelilingnya dan itulah yang membuatnya bersedia untuk terus melangkah maju.

Kisah hellen Keller adalah gambaran bahwa keterbatasan tidak seharusnya menjadi alasan bagi lingkungan untuk mengecilkan potensi seseorang. Karena setiap manusia diciptakan dengan beragam kelebihan yang dimilikinya. Bahkan yang sering terjadi adalah ketika kita memiliki satu kekurangan, sebenarnya kita diberikan kelebihan di bidang lainnya.

Banyak orang yang setelah merasakan keterbatasan dirinya, lantas motivasinya menurun. Disinilah peran lingkungan yang menguatkan dan mengingatkan bahwa keterbatasan itu bukanlah berarti hidup kita telah usai, melainkan sebuah pertanda bahwa perjuangan untuk menemukan potensi diri seorang manusia baru saja dimulai

Maka, bila kita melihat ada orang-orang disekitar kita yang memiliki kekurangan dalam dirinya, berikan motivasi terhadap orang tersebut untuk terus mengembangkan diri di tengah keterbatasan yang dimilikinya. Bantulah orang tersebut untuk terus tumbuh dan berkembang sehingga lingkungan sekitar kita merasakan dampak dari keberadaan diri kita.

Siap Menjadi Anne Sullivan masa kini??

This Post Has One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search