skip to Main Content
TRANSFER ENERGI SEMANGAT DAN ANTUSIASME

A : Nggak capek itu kalo kamu hari ini memberikan sesi training di satu kota dan besoknya udah harus memberikan training di kota yang berbeda? Bukannya memberikan training itu menguras energi ya?

B : memang menguras energi, tapi bagiku energi yang aku keluarkan pada saat memberikan sesi training akan terisi kembali oleh energi yang dikeluarkan dari antusiasme peserta didalam training

Ada yang bilang bahwa bercerita, sharing atau berbicara adalah sesuatu yang melelahkan dan menguras energi. Saya sependapat dengan kalimat barusan. Memang berbicara dengan seseorang itu terasa melelahkan. Terlebih lagi ketika seseorang yang kita ajak bicara sulit memahami perkataan kita sehingga kita harus mengulangi penjelasan kita. itu sebabnya, ada beberapa orang memandang bahwa profesi di dunia training sebagai trainer adalah profesi yang melelahkan karena harus memberikan penjelasan kepada banyak orang

Bagi saya pribadi, ketika berkesempatan mengisi sebuah sesi training memang terasa lelah karena saya harus mengeluarkan energi, namun di tengah sesi training saya seringkali merasa bahwa antusiasme dan semangat para peserta training kembali mencharge energi saya

Dari apa yang saya rasakan sejauh ini, ketika trainer memberikan training di kelas sebenarnya tidak hanya terjadi transfer ilmu dan pengetahuan antara trainer dengan peserta, melainkan juga terjadi transfer energi yang terjadi dua arah antara peserta dengan trainer dan begitu pula sebaliknya. Semangat yang dikeluarkan peserta akan mengalir dan meningkatkan semangat para trainer dan begitu juga sebaliknya. itu sebabnya seorang trainer menjadi tidak mudah terasa lelah bahkan ketika trainer tersebut diharuskan mengisi sesi training seharian penuh selama beberapa hari berturut-turut.

Yang dapat menjadi bumerang adalah ketika seorang trainer tidak mampu meningkatkan semangat dan antusiasme peserta sehingga peserta training merasa bosan dan enggan mendengarkan. Kondisi ini akan membuat trainer juga merasa kekurangan “pasokan” energi dari peserta sehingga cenderung mudah lelah dan merasa tidak nyaman ketika memberikan sesi training.

Maka, bagi rekan-rekan yang sering menjadi narasumber dalam sesi sharing atau sering mengisi sesi training di berbagai tempat, jangan lupakan untuk senantiasa meningkatkan semangat dan antusias diri ketika beraktifitas sehingga semangat dan antusiasme peserta juga akan terasa dan meningkatkan performa diri kita ketika tampil dan memberikan materi.

Jangan pernah berharap peserta bersemangat dan antusias bila kita sendiri tidak semangat dan antusias pada saat memberikan training. Bukankah pada dasarnya segala sesuatu yang kita harapkan itu memang harus kita mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
×Close search
Search